malam itu kakakku baru pulang dari rumah sakit menjenguk temannya yang baru saja melahirkan. Kakakku bercerita ada anak kecil yang meninggal akibat nonton "2012". loh.. loh?!?! kok iso?? pertanyaan tak percaya terlontar bertubi-tubi. kakakku memang tidak melihat langsung bocah malang itu. tapi menurut cerita beberapa waktu lalu jenazahnya baru saja dibawa pulang dari RSBK, konon katanya bocah tersebut dibopong langsung dari bioskop karena pingsan saat menonton film 2012, setelah tiba di RS ternyata bocah tersebut sudah meninggal penyebabnya karena jantungnya lemah. innalillahi wainnaillaihirojiun
ketika di indonesia lagi booming film KCB alias KETIKA CICAK BERSAKSI yang menurut saya tak ada film yang mengalahi popularitasnya, ternyata di dunia ada yang jauh lebih populer nih. sebuah film tentang ramalan kiamat pada tahun 2012, anehnya lagi sampai pada nyebutin tanggal kiamat, yaitu tanggal 12desember2012. katanya sih kalau tanggal itu ditulis dengan angka akan menunjukkan sederet angka yang aneh - 12122012 atau mungkin maksudnya 121212 - tapi ya, kenapa ga 20desember2012 aja, itu artinya angkanya lebih lucu lagi – 20122012 – DuaribuDuabelas kuadrat^o^
Usut punya usut film ini dibuat dari ramalan Suku Maya “”the return of Quetzacoatl”, yang menggambarkan bahwa akan terjadi kerusakan hebat di muka bumi akibat penyelerasan galaksi, dimana bumi, matahari, dan pusat bimasakti berada dalam posisi segaris. Hari itu tepatnya terjadi pada tanggal 21 Desember 2012, dalam siklus 3600 tahunan yang merupakan akhir dari perjalanan tersebut. Didukung dengan munculnya benda-benda angkasa yang tidak pernah terlihat sebelumnya, Para peneliti Jepang memprediksikan sebuah objek besar yang massanya 30-70 % massa Bumi, mengorbit Matahari pada jarak 100-200 SA.
Mmm,terok.. terok . terok.. (ala ipin upin)
ada juga yang menyebutkan kiamat disebabkan oleh badai matahari,menurut ahli lain dari LAPAN, badai Matahari akan terjadi ketika adanya flare dan Corona Mass Ejection (CME). Apa itu Flare..? Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Padahal bom atom yang dijatuhkan Paul Tibbets, pilot pesawat Amerika Serikat (AS), B-29 Enola Gay, Agustus 1945, telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Berarti kalau dikalikan 66 juta lagi, wouw…!
Mmm?! Benarkah itu semua. Prediksi-prediksi bencana tata suria yang disebutkan para ahli itu bisa saja benar. Tetapi bukan berarti kehidupan didunia ini akan berhenti, artinya bukan berarti itu tanda-tanda kiamat sesungguhnya bisa saja itu tanda kiamat kecil. Karena kiamat itu masalah gaib. Dalam surah An-Nazi’at Allah swt. menjelaskan bahwa hanya Diri-Nyalah yang tahu (ilaa rabbika muntahaahaa). Sampai pun Rasulullah saw. tidak diberi tahu oleh Allah tentang tanggal dan tahun datangnya Kiamat. Berdasarkan ayat ini, mayoritas ulama berpendapat bahwa haram hukumnya meramal-ramal tentang datangnya hari Kiamat. Dan memang sejak dulu berbagai ramalan ditulis tentang datangnya hari Kiamat, namun semua ramalan tersebut meleset. Karenanya bagi orang-orang beriman tidak perlu ikut-ikutan sibuk dengan ramalan bahwa Kiamat akan datang pada tahun 2012. Orang-orang beriman punya prinsip dan pegangan yang kuat berdasarkan wahyu. Maka tidak sepantasnya orang-orang beriman ikut-ikutan bingung seperti orang-orang kafir. Ingat, bahwa pegangan pokok dalam masalah ghaib bukan ramalan, melainkan informasi wahyu. Maka sepanjang tidak ada kejelasan dari wahyu, mengenai kepastian datangnya hari Kiamat, ya kita tidak perlu mengira-ngira. Sebab setiap yang berdasarkan kira-kira, tidak bisa dijadikan pijakan dalam keimanan. Ya toh?!
Nah... Yang paling penting dalam menyikapi kedatangan hari Kiamat, bukan meramal-ramal kapan hari Kiamat, sebab Kiamat pasti terjadi, cepat atau lambat. Dan Allah telah memastikan hal tersebut. Yang paling penting adalah apa yang kita persiapkan menuju alam akhirat. Dan tidak ada persiapan bekal menuju alam akhirat yang lebih baik dari pada amal saleh.
Suatu hari Rasulullah saw. ditanya oleh salah seorang sahabat: “Kapan hari Kiamat (mataas saa’ah)? Rasulullah saw menjawab: maa a’datta lahaa (yang penting, apa yang kau persiapkan).?”
maka sebaiknya orang-orang beriman dalam menyikapi berbagai ramalan tidak perlu ikut bingung, cukuplah dengan bersungguh-sungguh beramal saleh, toh kita semua kelak pasti akan mati, dan alam ini kelak pasti akan Allah hancurkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Wallahu a’lam bishshawab. ^o^
Selasa, 17 November 2009
Kamis, 12 November 2009
Indonesiaku saat ini
semua tak lagi pada posisinya
pengacara tlah jadi jaksa
jaksa tlah jadi tersangka
tersangka tak lagi dipenjara
penjara tak lagi bikin jera
semua tak lagi berkarya
polisi lupa tugasnya
saksi tak bisa dipercaya
yang berpengaruh hanya diam saja
indonesiaku saat ini
pengacara tlah jadi jaksa
jaksa tlah jadi tersangka
tersangka tak lagi dipenjara
penjara tak lagi bikin jera
semua tak lagi berkarya
polisi lupa tugasnya
saksi tak bisa dipercaya
yang berpengaruh hanya diam saja
indonesiaku saat ini
Label:
Tulisan
Senin, 02 November 2009
Pererat Ukhuwah Dengan MaBIT
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI-Batam)
Malam Bina Iman dan Taqwa (MaBIT) 31okt-01nov'09 Sabtu-Ahad
[SekretariatKAMMI-Masjid Nurul Halimah Taman Seruni Batam Centre]
Saat mengikuti materi "Karakteristik Mahasiswa Muslim" oleh Ust.Sofyan di Masjid Nurul Halimah Taman Seruni Indah BAtam centre.


Peran Strategis Mahasiswa :
1. Moral Force (Kekuatan Moral)
2. Agent Of Change (Agen Perubahan)
3. People Power (Kekuatan Rakyat)
4. Iron Stock (Cadangan Nasional)
5. Guardian of Value (Pengawal Nilai)
Saat Materi ke-2 "Penjernihan Pengertian" oleh Ust.Sofyan di Sekretariat KAMMI taman seruni indah Batamn centre.
materi menarik yang mengundang banyak pertanyaan dari para kader.



Setelah istirahat, seluruh kader Qiyamullail dan tadarus Al-qur'an dilanjutkan dengan solat subuh Berjama'ah. Kemudian kegiatan terakhir "sharing tentang KAMMI".
Semoga dengan diadakannya Malam Bina Iman dan Taqwa (MaBIT) ini dapat mempererat ukhuwah seluruh kader KAMMI, dapat meningkatkan semangat juang kita semua, serta dapat menepis pengertian-pengertian yang salah. hamasah..!!
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (QS. As-Shaff:4)
Malam Bina Iman dan Taqwa (MaBIT) 31okt-01nov'09 Sabtu-Ahad
[SekretariatKAMMI-Masjid Nurul Halimah Taman Seruni Batam Centre]
Saat mengikuti materi "Karakteristik Mahasiswa Muslim" oleh Ust.Sofyan di Masjid Nurul Halimah Taman Seruni Indah BAtam centre.


Peran Strategis Mahasiswa :
1. Moral Force (Kekuatan Moral)
2. Agent Of Change (Agen Perubahan)
3. People Power (Kekuatan Rakyat)
4. Iron Stock (Cadangan Nasional)
5. Guardian of Value (Pengawal Nilai)
Saat Materi ke-2 "Penjernihan Pengertian" oleh Ust.Sofyan di Sekretariat KAMMI taman seruni indah Batamn centre.
materi menarik yang mengundang banyak pertanyaan dari para kader.
Setelah istirahat, seluruh kader Qiyamullail dan tadarus Al-qur'an dilanjutkan dengan solat subuh Berjama'ah. Kemudian kegiatan terakhir "sharing tentang KAMMI".
Semoga dengan diadakannya Malam Bina Iman dan Taqwa (MaBIT) ini dapat mempererat ukhuwah seluruh kader KAMMI, dapat meningkatkan semangat juang kita semua, serta dapat menepis pengertian-pengertian yang salah. hamasah..!!
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (QS. As-Shaff:4)
Label:
Mengapa Aku Mencintai KAMMI
Kamis, 29 Oktober 2009
: : Lagu : :


Kisah Palestina
Album : Tak Kenal HENTI !!!
Munsyid : Shoutul Harokah
http://liriknasyid.com
Palestina, negeri yang tercinta
Tempat suci umat Islam, kiblat yang pertama
Palestina, kini terluka
Tertindas oleh yahudi durjana
Palestina, tanah jihad kita
Berjuanglah kobarkan perlawanan
Intifadhoh ? Intifadhoh
Hancurkan, segala, kedzoliman
Tumbangkan, tirani, angkara murka
Langkahkan kakimu
Ayo jangan ragu (Alloh)
Allohu Akbar, Allohu Akbar
Reff :
Majulah serentak, hai mujahid setia
Bebaskan Palestina dari taring penjajah
Majulah serentak, hai mujahid setia
Bebaskan Palestina dari taring penjajah
Binasakan (binasakan)? Lantakkan (lantakkan)?
Yahudi la'natulloh ?
Binasakan (binasakan)? Lantakkan (lantakkan)?
Yahudi la'natulloh
Yahudi la'natulloh
Hahahahahaa hahahahahaa hahahahahaa hahahahahaa
Hahahahahaa hahahahahaa hahaahahaa
Intifadhoh ? Intifadhoh
Hancurkan, segala, kedzoliman
Tumbangkan, tirani, angkara murka
Langkahkan kakimu
Ayo jangan ragu (Alloh)
Allohu Akbar, Allohu Akbar
Allohu Akbar, Allohu Akbar
Alloh allohu akbar
Allohu Akbar, Allohu Akbar
Alloh allohu akbar
Majulah serentak, hai mujahid setia
Bebaskan Palestina dari taring penjajah
Majulah serentak, hai mujahid setia
Bebaskan Palestina dari taring penjajah
Binasakan (binasakan)? Lantakkan (lantakkan)?
Yahudi la'natulloh
Binasakan (binasakan)? Lantakkan (lantakkan)?
Yahudi la'natulloh
Yahudi la'natulloh
Palestina, negeri yang tercinta
Tempat suci umat Islam, kiblat yang pertama
Palestina, kini terluka
Tertindas oleh yahudi durjana
Palestina, tanah jihad kita
Berjuanglah kobarkan perlawanan
Intifadhoh ? Intifadhoh
Hancurkan, segala, kedzoliman
Tumbangkan, tirani, angkara murka
Langkahkan kakimu
Ayo jangan ragu (Alloh)
Allohu Akbar, Allohu Akbar
Allohu Akbar, Allohu Akbar
Alloh allohu akbar
Allohu Akbar, Allohu Akbar
Allohu Akbar
Allohu allohu akbar
Label:
Palestina
Minggu, 25 Oktober 2009
NEKAD DAN TEKAD
***Ini tentang nikah...
Berbicara tentang nikah memang tidak akan ada habisnya, terlihat dari sekian banyak tulisan yang membahasnya. Tulisan yang satu ini bukan untuk ikut-ikutan, atau sedang kehabisan tema, juga bukan sedang tertular VPN (Virus Pengen Nikah) karena penulis tidak menganut “Aliran Cepat Nikah”. Tapi tulisan ini hanya ingin melampiaskan hasrat ingin menulis dari hasil bincang-bincangku dengan seorang akhwat kemaren sore. Jika anda bosan dengan tema yang “Ini Lagi Ini Lagi”, silahkan mengganti link anda sekarang juga. Trimakasih..
***Udah tekad, nekad aja...
Kisah tentang sebuah tekad untuk menikah yang butuh modal nekad (nekad itu lahir karena ada ilmu tentunya). Seorang ikhwan yang kukenal, akan melangsungkan pernikahan 2 minggu lagi. Dahsyat..!! saat kuliah belum selesai, kerja yang masih sambilan, tabungan yang baru dimulai, tak melunturkan tekadnya untuk menikah. Teman akhwatku berkomentar, itu karena ilmu yang dimilikinya tentang manfaat menikah dan kesanggupannya untuk mempraktekkan ilmu itu, maka terKithbahlah si akhwat yang dipilihnya. Okay.. spakat.. semua karena ilmu + keberanian + tekad + nekad = nikah. Aha?! Rumus baru nih.. (saya tidak menganjurkan rumus ini digunakan).
[Untuk sekedar memberi tau, tulisan ini hanya pelampiasan hasrat ingin menulis di malam-malam buta. Jika anda ingin menyudahi membacanya, maka anda belum terlambat]
***Biaya bukan kendala...
Ups.. masalah yang satu ini membuat kita jadi parno untuk cepat-cepat menikah (kita??). tapi tidak dengan ikhwan kenalanku ini, dengan tabungan yang sedikit ditambah tabungan pemberian akhwat ditambah infaq kerabat, dia tetap lanjut untuk menikah. Walaupun dana yang terkumpul masih bilangan satuan. Tapi tak menyurutkan semangatnya karena biaya bukan kendala.. satu lagi nih yang bikin aku tersenyum kagum, sampai H-2minggu mahar belum juga dibeli, faktornya tak lain dan tak bukan ‘biaya’ tentunya. Tapi, lagi-lagi, biaya bukan kendala, rencananya dia akan membeli mahar dengan gajinya bulan ini yang akan didapatkannya seminggu lagi atau H-1minggu. Subhannallah ya,, dia benar-benar tidak khawatir bagaimana menjalani hari-hari setelah pernikahan tanpa gaji untuk kehidupan sebulan kedepan. Itu semua karena ia yakin dengan pengaturan rizki yang sudah tertuliskan. Mmmm..jadi inget dengan tulisan Asma Nadia nih. Ntah comot dari mana ni tulisan, lupa, tapi ini nih potongan tulisannya
Surat untuk calon suamiku
Calon suamiku….
Aku maklum, bila sampai detik ini kau belum juga hadir. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Satu kerja mulia, yang hanya sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. Insya Allah, hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada.
Calon suamiku….
Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini, bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini, yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga), maka datanglah. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai, atau pekerjaan yang masih sambilan. Insya Allah, iman akan menjawab segalanya. Percayakan semuanya pada Allah. Jika Dia senantiasa memberikan rizki, padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita, sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?!
Banyaklah berdoa, Calon Suamiku, di manapun engkau berada. Insya Allah, doaku selalu menyertai usahamu.
NB: Ngomong-ngomong, nama kamu siapa, sih?
Hhihihi.. mantep ni tulisan..Yukh kita ulang kalimat terakhirnya Jika Dia senantiasa memberikan rizki, padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita, sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Tu kan.. keyakinan dan imanlah yang akan menjawab segalanya. So, tunggu apa lagi??
Hoho. Tulisan ini sama sekali tidak menganjurkan anda untuk cepat-cepat menikah. Tapi, hanya mengundang ketertarikan anda untuk ke arah sana (jiah.. dubrak.. ). Ga kok, itu semua Balik lagi kepemikiran masing-masing orangnya. Kalau saya memilih untuk TCN (tidak cepat nikah). Bagaimana dengan anda??
: : mohon maaf atas kekecewaan dari tulisan ini. Sesungguhnya, penulis hanya ingin mengundang rasa ngantuk yang tak kunjung datang. Jadi, sekali lagi mohon maaf atas segala khilaf kata. Minal aidil wal faizin mohon maaf lahir dan bathin : :
Berbicara tentang nikah memang tidak akan ada habisnya, terlihat dari sekian banyak tulisan yang membahasnya. Tulisan yang satu ini bukan untuk ikut-ikutan, atau sedang kehabisan tema, juga bukan sedang tertular VPN (Virus Pengen Nikah) karena penulis tidak menganut “Aliran Cepat Nikah”. Tapi tulisan ini hanya ingin melampiaskan hasrat ingin menulis dari hasil bincang-bincangku dengan seorang akhwat kemaren sore. Jika anda bosan dengan tema yang “Ini Lagi Ini Lagi”, silahkan mengganti link anda sekarang juga. Trimakasih..
***Udah tekad, nekad aja...
Kisah tentang sebuah tekad untuk menikah yang butuh modal nekad (nekad itu lahir karena ada ilmu tentunya). Seorang ikhwan yang kukenal, akan melangsungkan pernikahan 2 minggu lagi. Dahsyat..!! saat kuliah belum selesai, kerja yang masih sambilan, tabungan yang baru dimulai, tak melunturkan tekadnya untuk menikah. Teman akhwatku berkomentar, itu karena ilmu yang dimilikinya tentang manfaat menikah dan kesanggupannya untuk mempraktekkan ilmu itu, maka terKithbahlah si akhwat yang dipilihnya. Okay.. spakat.. semua karena ilmu + keberanian + tekad + nekad = nikah. Aha?! Rumus baru nih.. (saya tidak menganjurkan rumus ini digunakan).
[Untuk sekedar memberi tau, tulisan ini hanya pelampiasan hasrat ingin menulis di malam-malam buta. Jika anda ingin menyudahi membacanya, maka anda belum terlambat]
***Biaya bukan kendala...
Ups.. masalah yang satu ini membuat kita jadi parno untuk cepat-cepat menikah (kita??). tapi tidak dengan ikhwan kenalanku ini, dengan tabungan yang sedikit ditambah tabungan pemberian akhwat ditambah infaq kerabat, dia tetap lanjut untuk menikah. Walaupun dana yang terkumpul masih bilangan satuan. Tapi tak menyurutkan semangatnya karena biaya bukan kendala.. satu lagi nih yang bikin aku tersenyum kagum, sampai H-2minggu mahar belum juga dibeli, faktornya tak lain dan tak bukan ‘biaya’ tentunya. Tapi, lagi-lagi, biaya bukan kendala, rencananya dia akan membeli mahar dengan gajinya bulan ini yang akan didapatkannya seminggu lagi atau H-1minggu. Subhannallah ya,, dia benar-benar tidak khawatir bagaimana menjalani hari-hari setelah pernikahan tanpa gaji untuk kehidupan sebulan kedepan. Itu semua karena ia yakin dengan pengaturan rizki yang sudah tertuliskan. Mmmm..jadi inget dengan tulisan Asma Nadia nih. Ntah comot dari mana ni tulisan, lupa, tapi ini nih potongan tulisannya
Surat untuk calon suamiku
Calon suamiku….
Aku maklum, bila sampai detik ini kau belum juga hadir. Permasalahan yang menimpa kaum muslimin begitu banyak. Kesemuanya membentuk satu daftar panjang dalam agenda kita. Aku yakin ketidakhadiranmu semata-mata karena kesibukan dakwah yang ada. Satu kerja mulia, yang hanya sedikit orang terpanggil untuk ikut merasa bertanggung jawab. Insya Allah, hal itu akan membuat penantian ini seakan tidak pernah ada.
Calon suamiku….
Namun jika engkau memang disediakan untukku di dunia ini, bila kau sudah siap untuk menambah satu amanah lagi dalam kehidupan ini, yang akan menjadi nilai plus di hadapan Allah (semoga), maka datanglah. Tak usah kau cemaskan soal kuliah yang belum selesai, atau pekerjaan yang masih sambilan. Insya Allah, iman akan menjawab segalanya. Percayakan semuanya pada Allah. Jika Dia senantiasa memberikan rizki, padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita, sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?!
Banyaklah berdoa, Calon Suamiku, di manapun engkau berada. Insya Allah, doaku selalu menyertai usahamu.
NB: Ngomong-ngomong, nama kamu siapa, sih?
Hhihihi.. mantep ni tulisan..Yukh kita ulang kalimat terakhirnya Jika Dia senantiasa memberikan rizki, padahal kita tidak dalam keadaan jihad di jalan-Nya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menelantarkan kita, sedangkan kita senantiasa berjihad di sabil-Nya?! Tu kan.. keyakinan dan imanlah yang akan menjawab segalanya. So, tunggu apa lagi??
Hoho. Tulisan ini sama sekali tidak menganjurkan anda untuk cepat-cepat menikah. Tapi, hanya mengundang ketertarikan anda untuk ke arah sana (jiah.. dubrak.. ). Ga kok, itu semua Balik lagi kepemikiran masing-masing orangnya. Kalau saya memilih untuk TCN (tidak cepat nikah). Bagaimana dengan anda??
: : mohon maaf atas kekecewaan dari tulisan ini. Sesungguhnya, penulis hanya ingin mengundang rasa ngantuk yang tak kunjung datang. Jadi, sekali lagi mohon maaf atas segala khilaf kata. Minal aidil wal faizin mohon maaf lahir dan bathin : :
Label:
Tulisan
Langganan:
Postingan (Atom)




